Menurut Osborne & Plastrik (2000), budaya organisasi adalah seperangkat perilaku, perasaan, dan kerangka psikologis yang terinternalisasi sangat mendalam dan dimiliki bersama oleh anggota organisasi.
Definisi lain dikemukakan Robbins (2002: 247), bahwa budaya organisasi merupakan suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi; suatu sistem dari makna bersama.
Fungsi Budaya Organisasi
Budaya organisasi menurut Tika (2006) memiliki beberapa fungsi yaitu:
- Sebagai batas pembeda terhadap lingkungan, organisasi maupun kelompok lain.
- Sebagai perekat bagi staf dalam suatu organisasi.
- Mempromosikan stabilitas sistem sosial.
- Sebagai mekanisme kontrol dalam memadu dan membentuk sikap serta perilaku staf.
- Sebagai integrator.
- Membentuk perilaku bagi para staf.
- Sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah-masalah pokok organisasi.
- Sebagai acuan dalam menyusun perencanaan perusahaan.
- Sebagai alat komunikasi.
- Sebagai penghambat berinovasi.